Bahasa Arab memegang peranan sentral dalam khazanah keilmuan Islam. Ia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kunci utama untuk menyelami samudra makna Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Menyadari urgensi tersebut, Pondok Pesantren IMTAQ Al Muaddib menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Workshop Tasji’ Lughoh”.
Dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri dan asatidz untuk menyegarkan kembali semangat berbahasa Arab di lingkungan pesantren.
Tema besar yang diangkat dalam workshop kali ini sangat relevan dengan tantangan belajar bahasa asing, yakni: “Rahasia Hafalan Menjadi Percakapan” (Asroru Tahwilil Hifdzi Ila Nuthqil ‘Arobiyyah).
Seringkali, pembelajar bahasa Arab memiliki banyak hafalan kosakata (mufrodat), namun kesulitan menuangkannya dalam percakapan aktif. Melalui workshop ini, narasumber ahli, Al-Ustadz M. Fathih Hak, M. Pd. (Staf Pengajar Ponpes Zam Zam Cilongok), membedah metode-metode praktis untuk menjembatani kesenjangan antara hafalan pasif menjadi kemampuan bicara yang aktif dan natural.
Bertempat di Masjid Nurul Huda (Komplek Ponpes IMTAQ Al Muaddib), acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi intensif untuk memastikan materi tersampaikan dengan maksimal:
Sesi Pertama (08.30 – 09.30 WIB): Fokus pada teori dasar dan pembenahan mindset dalam belajar bahasa Arab.
Sesi Kedua (09.45 – 10.45 WIB): Pendalaman materi dan praktik tahwil (perubahan) dari teks hafalan ke praktik bicara.
Kegiatan Workshop Tasji’ Lughoh ini merupakan ikhtiar nyata pesantren dalam mencetak generasi santri yang komprehensif. Harapannya, santri tidak hanya unggul dalam membaca dan menghafal dalil, tetapi juga cakap memahami, mengamalkan, serta berbicara aktif dengan kaidah bahasa Arab yang baik dan benar (fushah).
Sebagaimana kaidah yang sering kita dengar, bahasa Arab adalah ruh ilmu. Dengan memperkuat bahasa, kita memperkuat pemahaman terhadap agama.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya semangat baru (ghirah) dalam belajar dan mengajar, serta mampu menghidupkan bi’ah lughawiyah (lingkungan berbahasa) yang subur di Pondok Pesantren IMTAQ Al Muaddib.